mengautis di depan leptop mas ian. berjudul menanti dhuhur dan semangat untuk mandi. sebenarnya saya sudah menyetrika dan menyiapkan baju dari tadi. tinggal realisasi niat hati saja.
aneh sekali seringnya. kalau sedang ada agenda buruburu harus keluar, eh lha kok koneksi internet yang tadinya hanya sebagai alat pembunuh waktu mengantri mandi, tbatiba jadi cepat sekali. alhasil, saya aji mumpung untuk upload foto. wah, cepet. padahal kemarinkemarin, buka facebook saja lamanya minta ampun. lha kok sekarang segalagala cepet. apa ndak suatu godaan yang besar? hoho. belum lagi, cobacoba unggah notes. biasanya, boroboro kebuka. nunggunya saja lamanya minta ampun. dan barusan, saya aji mumpung lagi. tiga notes saya masukkan ke itu catatan facebook. wohooo, tidak berhenti sampai di sini kepongahan saya. ini, lihat saja. akhirnya saya berhasil juga mengobrakabrik blog setelah sekian lama saya tinggalkan. oh, blog-ku… apa kabarmu? maafkan, lama sudah kaucueki.
dan seharusnya saya mandi. keluarga kami, melebarankan diri hari ini. beragenda mengunjungi kakek, sekaligus ke makam nenek. rencana yang sudah disusun dari hari lalu. akankah gagal hanya karena mba eka-nya ndak kunjung mandi dan asik menenggelamkan diri pada koneksi internet yang tengah asoyasoynya? oh, godaan… kau memang sering kali memabukkan. Allah, beri petunjuk. haha, lebay
tapi benar sekali lho. bukan hanya pada hal ini kita sering hadapi godaan serupa. pada saat kita sudah komitmen terhadap sesuatu, seringkali pilihanpilihan lain muncul. dan si pilihan baru yang muncul tersebut lha kok sangat mengasikkan gitu lho. jadilah kita bingung. mau tetap melakukan niat semula atau terhanyut pada pilihan yang muncul tibatiba.
hei, konsisten dong. niat semula kan mau ke rumah simbah. so, tunggu apa lagi? bukankah momen pulang kampung dan saling mengunjungi itu hanya harihari begini, sekali setahun? sedangkan koneksi internet, semoga esok masih dapat terjelang.
hei, itu saya sudah disuruh mandi. yuk ah, sampai jumpa lagi.