meski idul adha

Assalamualaikum, hai pemirsa alam maya!

Saya di sini saja, kamar kosan nyaman serabutan. Padahal ini malam Sabtu. Dan tentu saja besok libur tanpa kuliah. Apalagi Ahad adalah hari kambing sedunia, atau si idul adha yang tiba. Gerlong tempat tinggal saya tiga tahun ini, gosipnya mulai sepi dari manusiamanusianya yang berbondongbondong mudik.

Pertama kalinya sejak tiga kali idul adha lalu, saya benarbenar ingin pulang. Merasa tak rela saja menyaksikan temanteman ringan kaki melangkahkan diri menuju rumah, pelabuhan hati nan indah. Sementara, hei saya di sini saja lho tiap kali idul adha tibaaaa. Tapi, biasanya saya tak merasa sekosong ini. Tahuntahun lalu pun saya beridul adha ria di Bandung saja. Di kosan saja. Bersama merekamereka, mahluk kosan yang tak begitu tergiur mudik. Lalu kami menyatenyate dong. Dan hurahura lah. Juga nyanyinyanyi hepi sampai pagi. Sumpah! Itu kenangan indah.

Baiklah, si oknumoknum terkait kini sudah enyah. Si Ableh mantan sejoli kamar, Sinchan kawan menggila sampai pagi, Melia bocah sekampung, Triyono si cablak, bahkan Enyak dan Mami. Ini fase merindu kalian tampaknya.

Lalu saya mencoba menghibur diri. Karena memang sebenarnya tak ada yang menyedihkan. Hanya kondisi yang sedikit saja berubah. Baiklah, dulu bersamasama. Dan kini, hidup kita bedabeda, warnawarna, katanya penuh citacita. Lagi seruserunya berkarya.

Merindu romo.

Merindu orang rumah.

Merindu si awan cerah.

Merindu barisbaris tawa.

Merindu nyamannya hati.

 

 

Idul Adha ini, biarkan berbeda, dan nikmati bedanya.

Salam hei kalian yang mudamuda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.